Pernah mendengar istilah fisura ani, jika bukan dokter pastinya belum pernah bukan.

Jika anda ingin tau istilah fisura ani adalah sebuah kondisi luka terbuka atau robekan pada jaringan kulit dan mukosa yang melapisi saluran anus serta lubang anus.

Seperti anda ketahui saluran anus adalah merupakan bagian paling terakhir dari usus besar yang terletak diantara tempat penyimpanan tinja dan lubang tempat keluarnya kotoran atau anus.

Penyakit fisura ani dapat timbul akibat ketegangan saat buang air besar dan juga dapat dikarenakan oleh tinja berukuran besar dan keras ketika seseorang buang air besar, tinja yang keras dan berukuran besar tersebut dapat mengikis dinding anus yang menyebabkan rasa sakit, lalu perdarahan, dan ketegangan pada otot yang berfungsi membuka dan menutup lubang anus.

Selanjutnya ketegangan pada otot sfingter ani tersebut dapat mengurangi suplai darah ke saluran anus, sehingga penyembuhan luka menjadi lambat, penyakit ini biasanya terjadi secara akut dan dapat sembuh dalam beberapa hari atau minggu dengan memperbanyak asupan makanan yang berserat, sehingga tinja tidak keras.

Dalam hal ini otot sfingter ani juga dapat diregangkan dengan merendam daerah pinggul serta bokong dengan air hangat dan apabila fisura ani tidak kunjung sembuh dalam waktu delapan sampai dua belas minggu atau dua bulan, maka kondisinya akan menjadi kronis dan membutuhkan pengobatan medis lebih lanjut.

Penyakit ini dapat terjadi pada berbagai macam usia, bahkan pada orang sehat sekalipun juga bisa terkena fisura ani, kondisi ini cukup umum dan menjadi sekitar lima belas persen kasus yang ditangani dokter spesialis usus dan saluran pembuangan, tetapi fisura ani lebih sering terjadi pada bayi muda dan orang tua.

Selain karena luka atau cedera pada anus dan karena adanya kotoran besar, fisura ani juga bisa terjadi karena diare berulang sehingga menyebabkan iritasi pada lapisan dubur, atau disebabkan oleh ketegangan saat melahirkan, fisura ani juga dapat disebabkan oleh hubungan seks anal atau efek samping dari pemeriksaan dubur.

Menurut para ahli, luka yang terjadi karena ketegangan berlebih dalam dua cincin otot yang disebut sfingter yang mengendalikan pembukaan anus, sfingter luar dikendalikan oleh otot, sedangkan sfingter dalam adalah tipe involunter.

Selanjutnya aliran darah dapat berkurang dan menyebabkan tegangan, yang dapat menuju pada fisura,  tekanan dan tegangan secara terus – menerus di daerah tersebut juga dapat menyebabkan lambatnya pemulihan total dari penyakit tersebut.

Penyebab lain fisura ani dapat juga karena faktor penyakit lain seperti penyakit radang usus, penyakit crohn dan luka radang usus, serta dapat juga melalui penyakit menular seksual seperti sifilis dan herpes dapat menyebabkan fisura ani.

Secara umum fisura ani dapat terjadi pada bayi muda dan orang tua, tetapi untuk angka kejadian bisa terjadi lebih banyak pada usia dewasa sekitar usia 20 hingga 40 tahun. 

Selain itu untuk jenis kelamin, wanita maupun pria sama – sama  memiliki peluang yang sama untuk mengalami hal ini, tetapi orang – orang dengan penyakit dan masalah kesehatan tertentu berisiko mengalami kondisi ini.

Dalam hal ini penyakit dan masalah kesehatan yang sering dikaitkan dengan fisura ani adalah kanker anal, leukemia, HIV, atau ulcerative colitis.

Sebetulnya kondisi ini dapat ditangani dan dikendalikan, asalkan terlebih dahulu dengan cara mengenal faktor-faktor risiko yang ada, dan untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, segera berkonsultasi dengan dokter anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *