SehatQ dikelola dan dikelola oleh PT. Sehatq Harsana Emedika. Aplikasi SehatQ dikembangkan oleh Linda Wijaya. Sebagai pendiri dan CEO, Linda Wijaya lulus dalam bidang teknik industri di University of Michigan. SehatQ mulai berkembang sejak November 2018 dan baru diluncurkan secara resmi pada 25 September 2019. Dalam hal ini, hampir semua orang tidak menyukai manajemen yang panjang dan rumit (birokrasi). Apalagi jika Anda harus berurusan dengan birokrasi di bidang kesehatan, yang idealnya dilakukan dengan cepat dan akurat. Linda Erfaya juga pernah mengalami ini. Pengalaman Linda Wijaya, ketika anak tertua mengalami demam tinggi selama kehamilan, harus menunggu berjam-jam sebelum akhirnya menerima perawatan kesehatan.

Diakuinya, waktu tunggu pasien di rumah sakit biasanya sangat lama. Dengan mengacu pada hasil penelitian oleh Muhamad Rofi’i dan Sri Jarihatunningsih (2014) mengenai waktu tunggu pasien di sebuah rumah sakit di Semarang, ditemukan bahwa dibutuhkan lebih dari 2 jam untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Berdasarkan infografis di atas, Anda dapat membayangkan betapa tidak nyamannya menunggu. Sementara kita atau keluarga kita perlu dirawat dengan cepat. Oleh karena itu, kehadiran aplikasi kesehatan digital seperti SehatQ adalah bagian dari solusi untuk mengungkap kompleksitas birokrasi layanan kesehatan dan membantu masyarakat mendapatkan konsultasi dengan cepat dan mudah.

Meski merupakan platform kesehatan digital baru, kinerja SehatQ patut diacungi jempol. Saat ini ada 2.196 panduan artikel, 1.165 penyakit dan siklopedi obat, 6.979 katalog medis dan 2.127 katalog fasilitas medis dalam database SehatQ. SehatQ memiliki misinya sendiri untuk membantu pengguna mengelola kesehatan untuk diri mereka sendiri dan keluarga mereka. Sebagai pengguna, saya pribadi merasakan manfaat SehatQ sebagai platform kesehatan digital. Bagi ribuan ayah muda yang baru saja diberkati dengan seorang putri, saya kadang-kadang kesulitan menjaga kesehatan anak-anak dan keluarga.

Saya sadar bahwa pengetahuan saya tentang kesehatan dan informasi sangat terbatas. Apa yang saya pahami lebih berasal dari apa yang saya dapatkan dari orang tua. Tentu saja tidak bisa dikatakan bahwa pengalaman orang tua dalam menangani kesehatan sudah 100% ketinggalan jaman. Tapi satu hal yang saya rasakan adalah kompleksitas masalah kesehatan saat ini. Langkah-langkah lain yang saya ambil, misalnya, yang hanya mengandalkan modal artikel kesehatan dari hasil pencarian Google, juga tidak banyak membantu. Padahal, tingkat kredibilitas atau kepercayaan sangat dipertanyakan.

1. Praktis dan nyaman

Penduduk Indonesia yang besar terkadang mempersulit perawatan kesehatan. Jadi tidak jarang untuk layanan kesehatan bahwa pasien merasa tidak nyaman karena mereka harus menunggu lama atau mengantri. Platform kesehatan digital menawarkan kemungkinan praktis dibandingkan dengan proses perawatan kesehatan offline. Alasannya pengguna memiliki akses ke perawatan kesehatan dan bisa mendapatkannya dari dokter, misalnya konsultasi kesehatan dengan smartphone saja.

2. Menjangkau banyak orang (inklusif)

Merupakan hak semua warga negara Indonesia untuk menerima perawatan kesehatan yang sama. Namun sayangnya, tidak dapat dipungkiri, faktanya akses ke layanan kesehatan masih sangat sulit bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Terutama di daerah atau di wilayah tengah dan timur Indonesia. Fakta menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik atau pusat kesehatan lebih banyak berlokasi di kota-kota besar atau di berbagai daerah di Indonesia Barat.

3. Biaya lebih rendah

Platform kesehatan digital sebenarnya lebih murah dibandingkan dengan berkonsultasi dengan dokter di pusat-pusat kesehatan secara langsung. Dari biaya transportasi atau administrasi yang dapat dikenakan pada pasien. Dengan platform kesehatan digital dengan berlangganan internet, kita sudah dapat menikmati proses konsultasi dokter langsung melalui smartphone. Bahkan, tidak jarang untuk pertanyaan dan proses reaksi dengan dokter tentang berbagai masalah kesehatan pada platform kesehatan digital untuk tidak membayar bahkan satu sen pun atau gratis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *