Liga champions baru saja menyelesaikan babak perempat final musim ini yang digelar di Lisbon, Portugal. Empat tim terbaik berhasil mengamankan tempat di fase semifinal mereka adalah FC Bayern Muenchen, RB Leipzig, Paris Saint Germain, dan Olympique Lyonnaise. Ya, anda tidak salah baca dan Livescore31 tidak salah tulis. Salah satu tim yang paling dijagokan untuk juara musim ini yaitu Manchester City secara menakjubkan harus bertekuk lutut kala menghadapi wakil Perancis Lyon. Meski partai keduanya tidak sesengit Barcelona vs Bayern, namun hasil akhir pertandingannya cukup menghebohkan. Bagaimana tidak, Lyon yang pada musim ini harus puas finish di klasemen tengah Ligue1 berhasil mengalahkan sebuah tim yang telah menghabiskan dana ratusan juta euro bahkan ditukangi oleh salah satu pelatih jenius Pep Guardiola.

Tidak bisa menurunkan penyerang andalan mereka Sergio Aguero yang tengah berada di Barcelona untuk menjalani perawatan cedera tidak membuat Manchester Biru melemah. Gabriel Jesus mampu tampil baik dengan sokongan umpan-umpan manis dari De Bruyne. Anak asuh Guardiola bermain seperti biasanya, menguasai bola, mengalirkan umpan-umpan pendek, dan membangun serangan dari belakang. Namun ada yang berbeda kali ini. Guardiola menerapkan skema tiga bek untuk menambal kelemahan bek tengah City yang kerap kesulitan jika berhadapan 2 vs 3 dengan lawan. Namun yang terjadi sangatlah berbeda, para pemain Lyon masih tetap leluasa dalam mengirimkan umpan lambung ke garis pertahanan City.

Di sisi lain, skema tiga bek yang mereka gunakan nyatanya lebih berpengaruh ke lini depan dalam arti negatif. Barisan penyerang City terisolasi dan seolah kekurangan opsi dalam mengkreasikan serangan. Hal ini dikarenakan terlalu banyak pemain yang membantu skema pertahanan tiga bek. Sterling yang beberapa kali berhasil melakukan penetrasi ke sepertiga lapangan musuh seringkali kebingungan untuk mengirim umpan kepada siapa. Hal ini karena para gelandang yang diturunkan pada laga ini merupakan gelandang tipe bertahan, bukan gelandang kreatif. Taktik jenius yang berusaha diterapkan Guardiola nyatanya tidak mampu menandingi taktik reaktif yang diterapkan oleh kesebelasan medioker asal Perancis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *