Utang bak sebuah pisau bermata dua. Jika digunakan untuk kebutuhan produktif justru bisa meningkatkan modal usaha. Itulah sebabnya pelaku usaha kecil dan menengah sebenarnya bisa diarahkan mengajukan pinjaman tunai untuk mengembangkan usaha mereka.

Lain lagi dengan sebagian orang yang menganggap utang sebagai jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan konsumtif. Cara ini yang kurang tepat. Karena pada akhirnya justru terjebak pada lilitan utang apalagi jika rasio utang dengan penghasilan jomplang.

Oleh karena itu, ada baiknya mengenal beberapa jenis utang yang perlu dihindari. Supaya tidak terjebak dengan kehidupan konsumtif yang kini jadi masalah bagi kalangan menengah atas sekalipun.

  1. Utang Konsumtif

Jenis utang konsumtif merupakan kebalikan dari utang produktif. Contoh utang konsumtif adalah utang yang digunakan untuk belanja perhiasan, pakaian, dan barang-barang yang sifatnya bukan merupakan kebutuhan primer.

Utang konsumtif sifatnya hanya mendukung atau memenuhi kebutuhan tersier. Misalnya saat kamu bela-belain membeli iPhone tetapi bukan untuk menunjang pekerjaan, melainkan hanya ingin dianggap merupakan bagian dari kalangan tertentu tanpa mengindahkan fungsi sesungguhnya.

  1. Utang untuk Menutupi Kartu Kredit

Kebiasaan membayar tagihan minimal utang kartu kredit biasanya berujung dengan mencari pinjaman tunai demi menutupi seluruh tagihan.

Cara seperti ini jelas tidak tepat. Cara yang disarankan oleh beberapa pakar keuangan adalah dengan menjual aset atau membongkar tabungan untuk menutupi seluruh utang kartu kredit.

  1. Utang untuk Syarat Ajukan Pinjaman

Beberapa lembaga keuangan biasanya punya syarat atau plafon tertentu di rekening calon debitur yang harus dipenuhi. Cara seperti ini sama saja dengan merekayasa atau memanipulasi data.

Utang tidak bisa dijadikan jaminan untuk mendapatkan pinjaman yang lebih besar. Oleh karena itu sebaiknya kamu tidak memaksakan diri berutang kepada orang lain atau lembaga lain demi mendapatkan profil rekening atau kemampuan finansial tertentu demi mendapatkan pinjaman lebih banyak lagi.

  1. Utang untuk Membayar Utang

Istilah gali lubang tutup lubang akan menjadi lingkaran setan. Jika sudah terjerat dengan utang seperti ini akan sulit untuk keluar. Seperti beberapa kasus yang dialami oleh seorang pengguna pinjaman tunai online hingga lebih dari 150 perusahaan.

  1. Utang untuk Investasi

 Sumber dana investasi tidak bisa diambil dari uang. Meskipun ada beberapa instrumen investasi yang mendatangkan bunga tinggi dalam jangka waktu pendek tetapi sifatnya tidak pasti dan mirip seperti spekulan.

Hindari berutang untuk investasi sekalipun cukup menggoda. Sudah banyak contoh yang pada akhirnya gagal karena dalam investasi pun terdapat risiko yang harus dipahami.

Itulah jenis-jenis utang yang perlu kami hindari. Di tengah maraknya perusahaan yang memberikan kemudahan dalam memberikan pinjaman tunai, cari perusahaan yang benar-benar terdaftar di OJK agar ada jaminan perlindungan data dan transaksi keuangan.

Salah satu contoh perusahaan tersebut adalah Kredivo. Kredivo memiliki skema yang ketat dalam menerima calon debitur Artinya tidak serta merta kamu disetujui mendapatkan pinjaman tanpa memenuhi persyaratan.

Jika ingin meminjam dana dari Kredivo untuk kebutuhan produktif, syarat yang perlu dipenuhi adalah sebagai berikut ini:

  • Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  • Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  • Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Ada dua pinjaman yang ditawarkan oleh Kredivo, yaitu pinjaman mini dan pinjaman jumbo dengan bunga yang menarik. Sebagai simulasi perhatikan tabel berikut ini.

Deskripsi Pinjaman Mini Pinjaman Jumbo Pinjaman Jumbo
Jumlah Pinjaman Rp1 Juta Rp1 Juta Rp1 Juta
Tenor 30 hari 3 bulan 6 bulan
Cicilan (2.95%) Rp1.034.790 Rp356.790 Rp187.540
Uang Diterima (Admin 6%) Rp940.000 Rp940.000 Rp940.000

Dari tabel tersebut, kamu sudah bisa mengetahui berapa besar cicilan yang harus dibayarkan. Untuk usaha kecil dan menengah, pinjaman seperti ini sangat cocok terutama jika perputaran barang sangat cepat seperti makanan dan pakaian.

Limit kredit yang diberikan Kredivo hingga Rp30 juta. Tentu saja hal ini akan disesuaikan dengan kemampuan finansial calon debitur. Makin baik profil keuangannya makin tinggi plafon kredit yang akan diberikan.

Unduh sekarang aplikasi Kredivo di Google Play Store dan  App Store. Daftar secara instan dan online dari aplikasinya dengan mudah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *