Membuka sebuah usaha adalah impian sebagian besar orang karena bisa bekerja secara mandiri tanpa harus bergantung pada orang lain atau perusahaan lain. Namun berbisnis secara mandiri memiliki beberapa tantangan, salah satunya adalah bagaimana caranya mengatur modal agar tetap bisa berjualan bahkan bisa memberikan keuntungan sehingga bisa mengembangkan usaha yang dijalankan.

Namun sayangnya tidak sedikit orang yang justru gagal dalam fase ini. Salah satu fase yang paling penting dari sebuah usaha kecil adalah bagaimana caranya mengembangkan usaha dengan modal yang ada. Banyak yang justru gagal dalam proses mengembangkan bisnis karena kurang memahami bagaimana caranya mengatur modal. Agar binis tetap bisa berjalan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan seperti tips berikut ini.

Buat Dua Rekening Terpisah

Jangan pernah menggabungkan uang kebutuhan sehari-hari dengan uang untuk modal jualan. Agar keduanya bisa tetap berjalan sebagaimana mestinya, buatlah dua rekening secara terpisah. Gunakan rekening sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Jangan pernah menggabungkan kebutuhan pribadi dalam rekening bisnis, begitu juga sebaliknya.

Jika sudah terbiasa menggabungkan kebutuhan pribadi dan keuangan untuk bisnis, pada akhirnya nanti akan kesulitan untuk menghitung laba yang sesungguhnya dan juga besaran modal yang kembali dalam sesuai dengan target yang sudah direncanakan.

Pisahkan Modal dan Laba

Dalam usaha skala kecil sekalipun pemahaman tentang keuangan untuk berbisnis harus dipahami. Sebab, banyak bisnis yang gagal bukan hanya karena persoalan produknya yang tidak laku, melainkan bisa juga dikarenakan pengaturan keuangan yang kurang baik sehingga tidak bisa bertahan lebih lama dari yang diprediksi sebelumnya.

Untuk itu sebaiknya ada pengaturan dan pembagian yang jelas tentang persentase yang harus ditetapkan untuk laba, cadangan kas usaha, serta biaya marketing. Setidaknya bagi masing-masing pos sebanyak 10 persen dari modal yang disiapkan.

Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran

Saat ini untuk memulai usaha kecil menengah semakin mudah. Karena ada banyak aplikasi yang bisa membantu untuk pencatatan dan pengeluaran serta pembukuan usaha kecil menengah. Aplikasi tersebut bahkan dapat dengan mudah diunduh menggunakan smartphone.

Tidak perlu jago untuk menghitung pemasukan, pengeluaran serta utang piutang yang terjadi selama proses usaha. Semua bisa diselesaikan dengan software yang ada. Namun, sebaiknya jangan bergantung pada pencatatan di aplikasi saja, catat seluruh pemasukan dan pengeluaran dalam buku besar. Jika sewaktu-waktu dokumen yang ada pada aplikasi pencatatan keuangan bermasalah, maka kamu masih punya cadangan data manual yang bisa diakses kapan saja.

Pastikan Arus Kas Lancar

Agar keuangan lancar dan tidak mengalami kendala di akhir bulan pastikan untuk selalu memeriksa arus kas usaha setiap hari. Apalagi jika sudah memiliki karyawan. Jangan sampai terlambat membayar upah karyawan. Jika arus kas terhambat hingga berpengaruh pada pembayaran gaji karyawan, niscaya semangat para karyawan pun akan semakin berkurang. Pada akhirnya justru usaha jadi sulit berkembang karena kesulitan memenuhi kewajiban yang ada setiap bulan.

Jangan Berutang Sebelum Balik Modal

Meskipun dalam mengembangkan usaha tidak ada larangan dalam berutang sebaiknya pertimbangkan lagi dengan bijaksana, terutama jika kondisi keuangan sedang kurang baik. Sebaliknya jika arus kas lancar dan order meningkat, pada saat itulah kamu bisa mengajukan kta tanpa kartu kredit untuk tujuan pengembangan usaha.

Jangan sekali-kali mengajukan kta tanpa kartu kredit untuk kebutuhan konsumtif. Kta tanpa kartu kredit hanya cocok untuk utang produktif sehingga tidak akan menjadi beban yang berat di kemudian hari.

Salah satu fasilitas kta tanpa kartu kredit yang bisa kamu manfaatkan adalah dengan membeli barang-barang kebutuhan bisnis saat ini dan membayarnya nanti. Kredivo merupakan salah satu perusahaan yang bisa memberikan fasilitas tersebut dan telah bekerja sama dengan lebih dari 150 e-commerce terpecaya seperti Lazada, Blibli, JD.id, Bukalapak, dan Shopee. Kamu bisa memilih dua opsi pembayaran, yaitu bayar tunai dalam 30 hari tanpa bunga, atau cicilan tenor 3, 6, dan 12 bulan dengan bunga 2,95%. Sangat cocok untuk menambah beberapa barang untuk kebutuhan usaha kecil dan menengah. Selain itu bisa juga digunakan untuk membeli barang elektronik, perlengkapan rumah tangga, hingga kebutuhan makanan pun bisa menggunakan layanan yang sudah bekerja sama dengan Kredivo.

Persyaratan mendaftar Kredivo ini juga cukup mudah. Jika kamu adalah WNI berusia minimum 18 tahun, berpenghasilan minimum Rp3.000.000, dan berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, atau Medan, kamu sudah bisa mengajukan kta tanpa kartu kredit di Kredivo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *